Ada si putihh dan si hitam yang hidup dalam sebuah desa yang sama. Dengan kebiasaan yang berbeda si hitam dan si putih selalu bermain besama. Pada suatu saat si hitam dan si putih menemukan sebuh kotak ajaib berwarna keemasan dengan tutup diatasnya. Awalnya si hitam yidak mengeahui tentang keajaiban kotak itu. Si putih mengajak si hitam untuk membuka kotak itu. Isinya tak terlihat dengan jelas karena saat itu penerangan tidak mampu menembus isi kotak keemasan itu. Lalu si hitam berkata,”andai saja ada lebih penerangan disini” dengan rasa penasaran yang amat sangat. Tak lama setelah itu datanglah sekelompok kunang-kunang yang menerangi keberadaan si hitam dan si putih. Lalu mereka menyadari keajaiban kotak tersebut.
Memang si putih dan si hitam hidup bersama dan berdampingan dalam lingkungan yang sama pula, namun merika tidak bisa bersama karena perbedaan mereka. Si putih dan si hitam tak mungkin bersatu karena tidak pernah dikenal warna abu-abu. Mereka hanya saling bertukar senyum satu dengan yang lain tanpa bisa mengharapkan yang lebih dari itu.
Suatu ketika si hitam sedang bosan dan jenuh. Ia tampak begitu sedih. Si putih yang tak suka melihat itu membuka kotak ajaibnya lalu meminta,”aku ingin membuat si hitam bahagia” ujarnya sambil menunggu ada keajaiban apa yang datang. Lalu tak lama setelah itu ia melihat sebuah gitar tergeletak dibalik pohon tempat si putih dan si hitam duduk bersama. Lalu si putih pun menyanyi dan menghibur si hitam sampai si hitampun tertawa lagi.
Perna si putih mengutarakan perasaannya kepada si hitam, namun si hitam menjawab,”entahlah aku adalah si hitam dan kau adalah si putih”. Pasti si putihpun mengerti dengan maksud apa yang dikatakan si hitam. Si putih hanya terdiam menatap si hitam sambil menahan air matanya.
Mereka tumbuh bersama. Terlintas dalam fikiran si hitam apa jadinya dia bila tak ada lagi si putih dalam hidupnya..namun ia sendiri tak bisa mengelakkan bahwa ia adalah tetap si hitam dan si putih adalah tetap si putih yang tidak mungkin bersama. Begitu juga si putih yang tak bisa berpaling kepada yang lain karena si hitam sudah begitu hadir dalam hidupnya.
Dalam kegalauan hati si hitam ia menangis sambil memegangi kotak ajaib keemasannya. Ia meminta seperti biasa,namun kali ini ia meminta agar si putih menjadi si hitam yang sama seperti dirinya. Perlahan ia membuka kotak itu dengan sejuta pengharapan. Tapi yang ia lihat didalam kotak itu adalah ruang hampa saja. Kotak itu kosong. Saat ia sadar si putih sudah berada didepannya sambil melihat kearahnya. Tetapi ia tetaplah menjadi si putih. Si hitam pun menangis sejadi-jadinya melihat permintaannya tidak menjadi kenyataan. Si hitam menangis sambil berkata,”entahlah putih…mungkin aku akan selamanya sebagai si hitam dan engkau akan selamanya menjadi si putih. Mungkin ini adalah ahir dari segalanya..karena tak pernah ada kudenga hitam yang cerah atau putih yang gelap..kita tidak mungkin menjadi satu” ujar si hitam menangis sambil melangkah pergi menjauh. Mereka seling menjauh satu sama lainnya. Kisah mereka akan terkenang selalu sebagai mana si putih yang tidak akan melupakan si hitam dan sebaliknya si hitam tidak akan melupakan si putih..walau dalam hati si hitam berharap ada sisi hitam yang tak mungkin hilang dalam tubuh si putih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar