Kamis, 09 Desember 2010

rumah sederhana

Aku lahir dari sepetak tanah yang tak terlampau luas.Hanya sebesar 185m saja besarku.Lalu orang-orang itu membuatkan badan yang indah untukku.Mereka membuat tubuh yang gagah dengan membangun sebagian besar dari tanahku dan menyisakan beberapa meter untukku merias diri dengan tanaman.Aku dikandung selama setahun dan lahir gagah dengan tinggi dua lantai.Dan mereka memanggilku rumah sederhana.Mereka membedakiku dengan cet warna biru muda dan menggincuiku dengan pintu berdaun telinga dua dari kayu mahoni.Dan aku sangat cantik.

Suatu saat dimusim semi datanglah sepasang muda-mudi yang melihat-lihat isi perutku dengan si penciptaku.Sialnya aku merasa dibuang oleh si penciptaku.Ia malah membiarkan aku si bangunan yang cantik ini dimiliki oleh sepasang muda-mudi itu.Lalu setelah aku jadi milik para muda-mudi itu mereka mulai tinggal didalam perutku.Ternyata mereka adalah pasangan pengantin baru.Lalu aku mereka jadikan saksi bisu dari pertautan mereka dimalam pertama.Pasti mereka adalah pasangan baru yang benar-benar baru.Karena aku bias tertawa terbahak-bahak ketika mereka berdua kikuk dalam bercinta.Dasar pasangan baru.Akupun mereka ciptakan menjadi rumah sederhana yang lebih dewasa karena melihat pemandangan yang mereka sering lakukan dimalam hari.Tapi setelah satu bulan setelah mereka pindah,sekarang mereka tak hanya melakukannya dimalam hari saja.Tapi juga siang hari,pagi hari,sore hari dan setiap saat setiap mereka mau dan setip ada kesempatan.Aku mau muntah melihat mereka yang mengotori isi perutku dengan muntahan cairan aneh yang mereka keluarkan.Aku suka sangat sebal ketika mereka asik dan lupa untuk membersihkan tubuhku yang sering mereka kotori.

Taklama setelah itu si perempuan terlihat gendutan dari saat pertama ia datang.Ternyataa ia hamil.Setelah Sembilan bulan ia mengeluarkan seorang anak perempuan kecil dari dalam tubuhnya.Lalu kini mereka bertiga terlihat lebih bahagia.Dan senagnya lagi mereka tak lupa denganku.Meeka mulai memugar isi dalam perutku.Mempercantik aku lagi.Membuatku merasa lebih muda.Aku meresa seperti sedang dengan nikmatnya dipijati di salon termahal diibukota.Dan yang lebih kusenangi lagi mereka memberikan hiasan rambut untuk tamanku.Yaitu sebuah pohon mangga yang cantik.Mungkin umurnya sama dengan umur adak mereka.Dan pasti sama.

Lama sudah berjalan.Kini umur pohon maggaku sudah berumur 3 tahun.Tapi aku meresa ada yang janggal dengan pesangan yang dulu kupanggil pasangan pengantin baru,dan kini kupanggil ayah baru dan ibu baru.Mereka sudah tak semesra dulu lagi.Mereka sudah jarang mengotori isi perutku dengan cairan aneh dari tubuh mereka yang dulu sering mereka lakukan.Dan hal yang sering mereka lakukan ketika pagi,ketika siang,ketika sore,ketika ingin dan ketika ada waktu luang.Apa mereka bosan ? tapi mereka masih pernah melakukan “hal” itu.Walaupun aku merasa mereka seperti menjadwal kegiatn mereka itu hanya sekitar seminggu tiga kali.Kini si ayah baru lebih sering memunggungi ibu baru seakan-akan si ayah baru hanya merasa tidur dengan seonggok daging hidup.

Taklama di siang hari yang hujan deras si ayah baru membawa seorang perempuan asing yang tak pernah kulihat sebelumnya.Si ayah baru seakan tahu bahwa si ibu baru dan si anak sedang tidak ada dirumah.Lalu mereka masuk ke lambugku yang merupakan kamar utama.Aku kaget sekali ! sangat kaget ! karena melihat apa yang dilakukan si ayah baru dan si gadis asing didalam lambungku.Aku seakan ingin muntah melihatnya.Mereka melakukan “hal” yang sering dilakukan si ayah dan si ibu baru.Mereka terus mengulangi “hal” itu sampai cairan yang paling kubenci berantakan menciprat kemana-mana dalam lambungku.Hujan menjadi temanku dalam bersaksi bisu kali itu.

Sedang asik si ayah baru dan si gadis asing didalam lambungku tiba-tiba si ibu baru dan si anak masuk membuka bibirku yang tercipta dari kayu mahoni yang mulai merapuh.Si anak yang berumur tiga tahun itu main lari saja menginjak usus-usus tangga dalam perutku melangkah ke lantai dua.Mungkin karena derasnya hujan si ayah baru tak tahu kalau si anak sudah berada didepan pintu siap membuka pintu lambungku.”Papi ? “kata si anak heran melihat si ayah baru yang terlihat seperti sedang dipijat-pijat oleh seorang wanita.Tapi mereka saling tak memakai baju.Itu yang membuat si anak heran karena ia sering melihat si ibu baru di pijat tapi menggunakan baju,terutama si pemijat.Bukan telanjang keduanya.Si ayah baru salah tingkah melihat anaknya melihat apa yang ia lakukan dengan si gadis asing.Sepersekian detik setelah itu si ibu baru juga melihat si ayah baru sedang main pijet-pijetan tanpa baju dalam kamar tempat mereka dimana mereka merancang si anak yang sekarang sudah berumur tiga tahun itu.Si ibu baru dengan sigap menarik tangan anaknya agar tak lebih dalam menghayati apa yang ia lihat sambil bergegas keluar dari dalam tubuhku.Si ayah mengambil kain sekenanya yang ia lihat dan lari menghampiri si ibu baru dan si anak yang mulai menghidupkan mesin mobil.Si ayah berusaha menjelaskan sesuatu kepada si ibu baru yang tak peduli dengan apa yang mau dikatakan si ayah baru.Ia pergi dengan berlinang air mata.Lagipula apa yang mau dijelaskan lagi ? orang sudah dengan sangat jelas ! apa ia mau menjelaskan sensasinya berselingkuh didalam lambung ku ? dan lagi-lagi mereka pasangan mesum baru itu lupa untuk membersihkan ku setelah apa yang mereka lakukan kepadaku.Dan meninggalkan aku sebagai saksi bisu saja.

Berbulan-bulan si ibu dan si anak tak pernah datang lagi mengunjungiku.Hanya si ayah baru yang mulai ku benci kelakuannya yang senantiasa memperlihatkan kelakuan minusnya kepadaku yang tak bias bicara ini.Ingin sekali aku mengusirnya keluar dan meminta agar si ibu baru dan si anak saja yang menempaiku.Aku seperti merindukan si anak yang belajar jalan dan merangkak-rangkak di dalam tubuhku yang membuatku geli.Aku merindukan mereka,juga si ayah yang dulu sangat sayang pada keluarganya.

Tiba-tiba mobil yang dulu sangat kuhapal bertengger didalam kerongkongan garasiku berhenti didepan muka.Betapa senangnya aku ketika kupikir si ibu dan si anak hendak mengunjungiku.Tiba-tiba si ibu masuk mengobrak abrik lambungku mencari koper terbesar yang ada dan menguras isi lemari yang merupakan barang-barangnya.Lalu ia berpindah kehatiku yang merupakan kamar sebelah yang merupakan kamar si anak.Dengan hal yang sama ia mulai menguras barang-barang anaknya dan pergi lagi dengan mobil yang dulu sangat akrap denganku itu.Aku serasa ingin menangis melihat mereka yang pergi seakan-akan ingin pergi selamanya dariku.

Mungkin lama kelamaan si ayah baru yang menjadi ayah tertinggal itu mulai merasa sendiri hidup dalam tubuhku.Ia mulai membungkusi setia barang-barang yang dulu ia dan istrinya berukan kepadakku untuk mempercantikku.Aku merasa sedih karena aku merasa dilucuti dikit demi sedikit.Tak lama setelah itu ia juga pergi meninggalkan aku sendiri.Tak ada yang ia tinggalkan.Hanya satu yaitu sebuah pohon mangga yang dulu ia tanam bersama istrinya seiring lahirnya si anak.Dan aku sendiri lagi.

****

Kini umur pohon mangga itu sudah menginjak duapuluh satu tahun.Pastilah si anak yang dulu berjalan sambil membuatku geli sudah dapat berjalan dengan tegak dan menjadi si wanita cantik.Jika saja si ayah yang tertinggal itu tak berbuat bodoh pastilah aku dapat melihat ia berjalan pergi dari rumahku.Setidaknya pergi dengan lebih sopan tanpa meninggalkan kekangenanku padanya.Sedaang aku,aku hanya rumah sederhana saja.Atau lebih tepatnya rumah tua yang sederhana.




Untuk rumahku yang hanya bias diam melihat kelakuanku
Aku sayang kamu…….

1 komentar: